Poktan Karya Tani dan Polsek Kampar Kiri Hilir Panen 1000 Kg Jagung Pipil Rabu, 20/05/2026 | 17:34
Panen jagung di Kampar Kiri Hilir
Berkabarnews.com, Kampar - Kelompok Tani (Poktan) Karya Tani di Desa Bangun Sari Kecamatan Kampar Kiri Hilir hari ini, Rabu (20/5/2026), melakukan panen jagung pipil yang ditanam dengan sistem tumpang sari, dengan hasil panen mencapai 1000 kilogram di atas lahan satu hektar.
Panen jagung di lahan milik Lesi Tilam Banua yang dihadiri langsung oleh Kapolsek Kampar Kiri Hilir, AKP Era Maifo, bersama jajaran, menjadi bukti kerja sama yang erat antara kepolisian, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam menggerakkan sektor pertanian lokal.
Kapolsek Kampar Kiri Hilir menyampaikan, panen ini bukan hanya sekadar hasil kerja keras para petani, tetapi juga bukti bahwa konsep kerja sama lintas elemen dapat membawa perubahan nyata bagi ketahanan pangan daerah.
"Kita melihat bagaimana lahan seluas 1 hektar yang dikelola dengan sistem tumpang sari mampu menghasilkan 1000 kg jagung pipil. Ini menjadi bukti bahwa dengan tekad dan kerja sama yang baik, kita dapat mewujudkan kemandirian pangan di tingkat desa," ujar Kapolsek.
Kehadiran pihak kepolisian dalam kegiatan panen ini kata Kapolsek, bukan hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras para petani yang telah menjadi tulang punggung ketahanan pangan negara.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya ada di saat masyarakat membutuhkan keamanan, tetapi juga ada di setiap momen penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam merayakan hasil kerja keras mereka," jelasnya.
Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Agus Riandi menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian dan penyuluh pertanian yang selalu memberikan dukungan.
"Kami tidak bisa mencapai hasil seperti ini tanpa bimbingan dari penyuluh dan dukungan dari pihak kepolisian yang selalu memberikan semangat dan keamanan bagi kita selama proses tanam hingga panen," ujarnya.
Koordinator Penyuluh, Junadi Damanik menjelaskan, sistem tumpang sari yang diterapkan pada lahan ini menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam menghasilkan hasil panen yang optimal.
"Kami mengajarkan teknik budidaya yang efisien sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengorbankan kualitas tanaman. Hasil panen 1000 kg dari 1 hektar lahan merupakan prestasi yang patut diapresiasi," jelasnya.**/ald